Perlu Diingat
Selasa, 10 Juli 2012
Learning by Doing "true story"
Alkisah dari pengalaman pribadi, disaat kami ber-3 ingin mendirikin sebuah bisnis rekanan yang memang sudah kami gembor-gemborkan di awal tahun ini [2012]. Tidak semudah membalik telapak tangan, kendala demi kendala mulai dari financial, beda pola pikir dan kesibukan pribadi yang memang tidak bisa ditinggalkan. Semua itu memang kita semua mempunyai background akademik yang berbeda, dan salah satu dari kami sedang tahap akhir dalam penyelesaian final project nya di salah satu universitas terkemuka di Depok. Saya-pun sedang english camp di timur jawa. Aktivitas yang berbeda bukan halangan untuk kita semua lantas tidak mensiratkan konsep bisnis yang kita miliki, dan pada akhirnya kita sepakat akan menjalani bisnis yang bergerak di bidang kulinear.
Background Accounting, Architect dan Electro 3hal yang berbeda dari kami semua. Menjadi young entrepreneur adalah impian kami semua, ide yang kami lontarkan berusaha untuk menghasikan sesuatu yang berbeda [something different]. Bisnis ini termasuk gila memang, Tidak satu-pun dari kami yang bisa cooking, lantas apakah konsep yang telah kita rancang hingga larut malam kita tukar dengan konsep baru dimana harus disesuaikan dengan Background masing-masing? Tidak! Besnis Kulinear salah satu bisnis yang sangat menjanjikan selain cendrung untuk bisa rugi karena daya tahan yang tidak lebih dari satu hari. Setiap dari mereka pasti butuh makan, itu yang bisa menyatukan kita walau dari background akademik yang berbeda dan yakin usaha kita akan berkembang.
Sekarang bukan alasan kami lagi sebagai pendiri bisnis kulinear untuk tidak bisa memasak. There's a will there's a way ini yang membuat kita semua termotivasi untuk maju dan mencoba something new dan Alhamdulillah kita temukan jalan untuk belajar cooking. Salah satu dari orang tua membuka pintu lebar-lebar pada kami untuk belajar memasak. Dari basic cooking yang diajari ini akhir nya kami mendapat ilham untuk mengkreasikan lagi sesuatu yang tidak sama dari yang telah diajarkan pada kami. Dari basic yang diajarkan ini, kita mampu mengembangkan 3 varian sekaligus. Untuk bahan percobaan, saya mencoba mengundang rekan saya sebagai tester, alhasil it's work! tanggapan positif dari rekan saya "MAKNYOS".
Sudah beberapa bulan ini kita sudah jarang berkominikasi dari salah satu tim yang kami buat untuk mendirikan bisnis ini. Kita memang tidak ingin mengganggu konsentrasi dari teman kita yang memang sedang disibukkan dengan final project nya. Beberapa kali kami mencoba berkomunikasi, respon atau tanggapan dari salah satu teman kita kurang memuaskan yang padahal kita ingin segera action. Beberapa kali rencana kita untuk segera menjalani bisnis ini sempat beberapa kali diundur, hingga akhirnya kita berdua tanpa teman kami yang satu lagi nekat untuk menjalaninya within on june.
Berbagai promosi sudah kita offered ke orang terdekat kita, alhasil dari sekian banyak promo kita mendapatkan pesanan perdana sekitar 80 box "it's so amazing". Berbekal bismillah kita coba untuk menghadapi pesanan yang menurut kami ini sangat banyak untuk pebisnis pemula seperti kami. Alhamdulillah kami berdua dibantu dengan keluarga saya sendiri bisa menghandle pesanan yang segini banyaknya walaupun ada sedikit respon yang lama dari kami, alhamdulillah mereka [customer] dapat memakluminya.
Hingga akhirnya di penghujung akhir the last of june kita memaksakan untuk menjalaninya berdua tanpa teman kami. Dari sekian banyak pengalaman, kita mampu belajar dari apa yang telah kita jalani. Hingga akhirnya tim kami pun tidak bergerak sesuai yang kami pikirkan. Berharap dari aral yang melintang ini, kita bisa konsisten dan memberikan yang terbaik untuk orang lain :).
Ditulis oleh: Abdul Aziz Sarwoto
Founder of @ayamrasa_roso
Secretary of Sanggar Al-Hakim
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Selasa, 03 Juli 2012
Tips Bisnis
Bismillah..
Sebagai awalan, gw mau mengkomentari sedikit atas pernyataan salah satu motivator yang menyuruh ketika berbisnis itu harus segera action! Gak salah juga sih, untuk segera action. Tapi, ada tapi nya nih. kalo menurut gw segala hal yang tidak dipersiapkan dengan matang, boleh jadi ini usaha gak akan bertahan lama. Mungkin teori dalam manajemen bisa dijadikan acuan dalam memulai berbisnis, teori ini dikenal dengan istilah POAC [Planning, Organizing, Actuating dan Controlling]. Kalau memakai konsep yang berdasarkan pengalaman gw sendiri, membangun bisnis itu harus ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat ini akan saya rinci satu demi satu agar pembaca lebih paham ketika someday mau mulai berbisnis. oke, langsung aja! check it out!
1. Niat
Segala sesuatu yang harus dilakukan itu pertama niat. Seorang penjahat pun sebelum melakukan aksinya ada nawaitu nya, nawaitu untuk melakukan tindak kejahatan supaya berjalan dengan mulus dan kalau bisa tidak tertangkap polisi. Nah, berbisnis jangan mau kalah dengan penjahat. Coba kita niatkan yang baik. contoh; saya mau buka usaha untuk membantu orang. bagus kan kalau niatnya seperti itu! Dan jangan lupa, kita niatkan juga sepenuhnya karena Allah. Di dalam buku Al-Wafi, hadits yang menjelaskan tentang niat menyebutkan. Bahwasannya jikalau niat yang kita utarakan untuk mendapatkan dunia, maka kita akan mendapatkan "Hanya" dunia saja. Lain halnya jika kita niatkan karena Allah, maka kita akan mendapatkan dua keberuntungan sekaligus [keburuntungan dalam duniawi dan keberuntungan dalam ukhrawi atau akhirat].
2. Relation
Bisnis itu agak mirip sedikit dengan pacaran, bedanya dalam bisnis itu rekan kita tidak hanya lawan jenis. Semua gender bisa dijadikan rekan. Gunanya apa? ya sama kayak pacaran, kita bisa sharing banyak dari apa yang akan kita jalani kedepan. Perlunya rekan untuk mendirikan bisnis itu kalo rugi kan bisa ditanggung bareng-bareng. hehehe.. Bukan itu sih sebenarnya tujuan kita ber "relationship" dalam bisnis, setiap orang itu pasti beda pandangan. mungkin si A mempunyai pandangan A, si B punya pandangan B, si C punya pandangan C. dari semua itu, kita bisa dapet pandangan yang baru seperti; ABC,ACB, BAC, BCA exc.
3. Planning
"Perencanaan yang baik adalah awal dari manajemen yang baik" gak tau itu quote dari mana XD. Ada benarnya juga sih. Ambil perumpamaan jikalau kita mau pergi suatu tempat harus direncanakan kapan kita akan pergi, naik apa kita kesananya, dengan siapa kita pergi. perencanaan akan membuat kita jauh lebih efisien, kita sedikit lebih tau tindakan apa yang akan kita lakukan dengan segera dan apa yang harus kita lakukan kedepan setelah itu. Dalam berbisnis, coba lah tentukan. Apa sih yang mau kita bisnisin? mau seperti apa konsep yang akan kita buat? siapa target pasar kita? berapa lama kita akan BEP? nah seperti itulah manajemen yang baik.
4. Modal
Niat udah, rekan udah oke, planning udah mateng, dan kayaknya ada yang kurang kalo gak ada modal. ini ak dengan memehal yang bener-bener sensitif bagi tiap pengusaha yang mau jalanin bisnisnya. Kan bisa ngajuin ke investor? yup memang benar. tapi apa semudah itu? investor akan lebih mudah mencairkan dananya kalo kita sudah ada action nya. Mereka butuh pembukuan kita minimal 1-2 bulan untuk gambaran mereka. Trik yang harus diatasi ya diusahakan dengan modal sendiri, sebisa mungkin jauhkan dari yang namanya hutang untuk pertama kalinya.
5. Survey
Ini yang agak sulit bagi pemula, tapi dengan learning by doing kita akan mendapatkan insting sendiri tanpa harus survey langsung apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Kalau kita berbisnis yang bergerak dengan memerlukan suatu tempat, survey beberapa lokasi yang memang harus dilalui banyak orang. Tapi bukan berarti banyak orang lantas usaha kita lancar. Lihat sekitar kita, kalaupun di lokasi itu ada usaha yang sama seperti kita akan jalani. Solusi untuk ini buat usaha kita dengan konsep yang berbeda dari pesaing, tambah fasilitas yang tidak ada lalu di tempat kita ada atau tersedia. Ingat! jangan pakai dukun tapi ya.. hehe
6. Action
Bisnis yang sudah dijalani biasanya di awal harus butuh kesabaran, sabar untuk jarang dikunjungi pelanggan karena mereka belum mengenal produk kita dan sabar untuk rugi di awal. Tapi.. Disini kita bisa sharing langsung dengan pelanggan yang datang, tanya tingkat kepuasan pelanggan seperti apa? minta pendapat apa yang harus diperbaiki dari kekurangan yang kita punya. Insya Allah semua masukan itu akan sangat berguna kedepannya untuk usaha kita.
7. Promo
Sudah saya bilang, kalau untuk pertama kita harus siap untuk rugi. Rugi seribu duaribu untuk mendapatkan gain jutaan gak apa-apa kan? banyak sarana untuk mempromosikan bisnis kita, kalau dari artikel yang pernah gw baca adalah mempromosikan bisnis kita ke kerabat terdekat kita dan via internet marketing. Atau kalau modal kita berlebih, kita bisa berikan diskon ke pelanggan. Karena hampir sebagian besar masyarakat itu suka akan potongan harga.
8. Kualitas
Jangan pernah coba untuk membohongi konsumen! Usaha kita gak akan berjalan lama jikalau setelah promo selesai, lalu kita menurunkan kualitas produk untuk menutupi kerugian dari promo yang telah ditawarkan sebelumnya. Saya yakin bukan untung yang di dapat, tapi kebuntungan lah yang siap untuk kita dapatkan. Konsumen itu suka kalau kita selalu menghargainya. Kalau usaha yang kita jalani sebatas mencari keuntungan, mending jangan membuka usaha sama sekali. Kenapa? sukses itu butuh kesabaran, melangkah dengan pasti dengan mengikuti irama konsumen. Konsumen adalah raja, itu aja sih kuncinya :)
9. Inovasi
Dalam ilmu ekonomi tentu kita mengenal hukum kepuasan "the law of diminishing utility" atau tingkat kepuasan yang menurun. Solusinya dengan mengasah kreativitas kita untuk selalu menciptakan produk baru. Produk baru ini secara tidak langsung akan mengcover produk yang lama bukan untuk ditinggalkan, tapi untuk menambah varian agar konsumen bisa memilih disaat mereka sedang tidak ingin merasakan produk lama ini.
Setiap pengusaha mempunyai tips berbeda, bukan ukuran baku bagi anda untuk menelaah dari setiap tips yang ditawarkan. karena anda adalah yang mengetahui bisnis anda seperti apa. Semoga bisa bermanfaat
Ditulis oleh: Abdul Aziz Sarwoto
Founder of @ayamrasa_roso
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Secretary of Sanggar islam al-hakim
Sebagai awalan, gw mau mengkomentari sedikit atas pernyataan salah satu motivator yang menyuruh ketika berbisnis itu harus segera action! Gak salah juga sih, untuk segera action. Tapi, ada tapi nya nih. kalo menurut gw segala hal yang tidak dipersiapkan dengan matang, boleh jadi ini usaha gak akan bertahan lama. Mungkin teori dalam manajemen bisa dijadikan acuan dalam memulai berbisnis, teori ini dikenal dengan istilah POAC [Planning, Organizing, Actuating dan Controlling]. Kalau memakai konsep yang berdasarkan pengalaman gw sendiri, membangun bisnis itu harus ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat ini akan saya rinci satu demi satu agar pembaca lebih paham ketika someday mau mulai berbisnis. oke, langsung aja! check it out!
1. Niat
Segala sesuatu yang harus dilakukan itu pertama niat. Seorang penjahat pun sebelum melakukan aksinya ada nawaitu nya, nawaitu untuk melakukan tindak kejahatan supaya berjalan dengan mulus dan kalau bisa tidak tertangkap polisi. Nah, berbisnis jangan mau kalah dengan penjahat. Coba kita niatkan yang baik. contoh; saya mau buka usaha untuk membantu orang. bagus kan kalau niatnya seperti itu! Dan jangan lupa, kita niatkan juga sepenuhnya karena Allah. Di dalam buku Al-Wafi, hadits yang menjelaskan tentang niat menyebutkan. Bahwasannya jikalau niat yang kita utarakan untuk mendapatkan dunia, maka kita akan mendapatkan "Hanya" dunia saja. Lain halnya jika kita niatkan karena Allah, maka kita akan mendapatkan dua keberuntungan sekaligus [keburuntungan dalam duniawi dan keberuntungan dalam ukhrawi atau akhirat].
2. Relation
Bisnis itu agak mirip sedikit dengan pacaran, bedanya dalam bisnis itu rekan kita tidak hanya lawan jenis. Semua gender bisa dijadikan rekan. Gunanya apa? ya sama kayak pacaran, kita bisa sharing banyak dari apa yang akan kita jalani kedepan. Perlunya rekan untuk mendirikan bisnis itu kalo rugi kan bisa ditanggung bareng-bareng. hehehe.. Bukan itu sih sebenarnya tujuan kita ber "relationship" dalam bisnis, setiap orang itu pasti beda pandangan. mungkin si A mempunyai pandangan A, si B punya pandangan B, si C punya pandangan C. dari semua itu, kita bisa dapet pandangan yang baru seperti; ABC,ACB, BAC, BCA exc.
3. Planning
"Perencanaan yang baik adalah awal dari manajemen yang baik" gak tau itu quote dari mana XD. Ada benarnya juga sih. Ambil perumpamaan jikalau kita mau pergi suatu tempat harus direncanakan kapan kita akan pergi, naik apa kita kesananya, dengan siapa kita pergi. perencanaan akan membuat kita jauh lebih efisien, kita sedikit lebih tau tindakan apa yang akan kita lakukan dengan segera dan apa yang harus kita lakukan kedepan setelah itu. Dalam berbisnis, coba lah tentukan. Apa sih yang mau kita bisnisin? mau seperti apa konsep yang akan kita buat? siapa target pasar kita? berapa lama kita akan BEP? nah seperti itulah manajemen yang baik.
4. Modal
Niat udah, rekan udah oke, planning udah mateng, dan kayaknya ada yang kurang kalo gak ada modal. ini ak dengan memehal yang bener-bener sensitif bagi tiap pengusaha yang mau jalanin bisnisnya. Kan bisa ngajuin ke investor? yup memang benar. tapi apa semudah itu? investor akan lebih mudah mencairkan dananya kalo kita sudah ada action nya. Mereka butuh pembukuan kita minimal 1-2 bulan untuk gambaran mereka. Trik yang harus diatasi ya diusahakan dengan modal sendiri, sebisa mungkin jauhkan dari yang namanya hutang untuk pertama kalinya.
5. Survey
Ini yang agak sulit bagi pemula, tapi dengan learning by doing kita akan mendapatkan insting sendiri tanpa harus survey langsung apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Kalau kita berbisnis yang bergerak dengan memerlukan suatu tempat, survey beberapa lokasi yang memang harus dilalui banyak orang. Tapi bukan berarti banyak orang lantas usaha kita lancar. Lihat sekitar kita, kalaupun di lokasi itu ada usaha yang sama seperti kita akan jalani. Solusi untuk ini buat usaha kita dengan konsep yang berbeda dari pesaing, tambah fasilitas yang tidak ada lalu di tempat kita ada atau tersedia. Ingat! jangan pakai dukun tapi ya.. hehe
6. Action
Bisnis yang sudah dijalani biasanya di awal harus butuh kesabaran, sabar untuk jarang dikunjungi pelanggan karena mereka belum mengenal produk kita dan sabar untuk rugi di awal. Tapi.. Disini kita bisa sharing langsung dengan pelanggan yang datang, tanya tingkat kepuasan pelanggan seperti apa? minta pendapat apa yang harus diperbaiki dari kekurangan yang kita punya. Insya Allah semua masukan itu akan sangat berguna kedepannya untuk usaha kita.
7. Promo
Sudah saya bilang, kalau untuk pertama kita harus siap untuk rugi. Rugi seribu duaribu untuk mendapatkan gain jutaan gak apa-apa kan? banyak sarana untuk mempromosikan bisnis kita, kalau dari artikel yang pernah gw baca adalah mempromosikan bisnis kita ke kerabat terdekat kita dan via internet marketing. Atau kalau modal kita berlebih, kita bisa berikan diskon ke pelanggan. Karena hampir sebagian besar masyarakat itu suka akan potongan harga.
8. Kualitas
Jangan pernah coba untuk membohongi konsumen! Usaha kita gak akan berjalan lama jikalau setelah promo selesai, lalu kita menurunkan kualitas produk untuk menutupi kerugian dari promo yang telah ditawarkan sebelumnya. Saya yakin bukan untung yang di dapat, tapi kebuntungan lah yang siap untuk kita dapatkan. Konsumen itu suka kalau kita selalu menghargainya. Kalau usaha yang kita jalani sebatas mencari keuntungan, mending jangan membuka usaha sama sekali. Kenapa? sukses itu butuh kesabaran, melangkah dengan pasti dengan mengikuti irama konsumen. Konsumen adalah raja, itu aja sih kuncinya :)
9. Inovasi
Dalam ilmu ekonomi tentu kita mengenal hukum kepuasan "the law of diminishing utility" atau tingkat kepuasan yang menurun. Solusinya dengan mengasah kreativitas kita untuk selalu menciptakan produk baru. Produk baru ini secara tidak langsung akan mengcover produk yang lama bukan untuk ditinggalkan, tapi untuk menambah varian agar konsumen bisa memilih disaat mereka sedang tidak ingin merasakan produk lama ini.
Setiap pengusaha mempunyai tips berbeda, bukan ukuran baku bagi anda untuk menelaah dari setiap tips yang ditawarkan. karena anda adalah yang mengetahui bisnis anda seperti apa. Semoga bisa bermanfaat
Ditulis oleh: Abdul Aziz Sarwoto
Founder of @ayamrasa_roso
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Secretary of Sanggar islam al-hakim
Senin, 18 Juni 2012
Step of Age
Ever you thought if He [God] gives our life that we have
done unfairly? Actually I ever thought as like that. Not only I am but also every
people who did not understand what He [God] had given to me are one of ninety
nine attribute’s. I do not want to explain
more about God attribute’s whose we have known that all of that are permanent, yet
we want to talk about less of our self within a certain attitude.
In case, either I am or you are ever been facing situation
which where we are faced within unfair condition. Somehow, we are blaming God
become first thing which we decided that God have done for us. Often our mind
thinking about “God.. You are unfair, why am I getting it? I have
done well, but it is not which I wanted”. Basically realize or not, people
will be coming back to God for every good situation or worst situation depend
on their faith. It will be different
attitude if there was same situation and given to two people who
distinguishable.
Every people have special characteristic, from the other characteristic
actually just two general characteristic in my opinion. Level of adult is
characteristic in my opinion. If somebody still think about problem just used short
time to judge it and just wanted what they dream are becoming true to follow
their desire. Step of age is not seeing
how olds their age, their environment which have given knowledge that able to
make their adult. They will not blame other people if they failed to seize they
dreams. They will learn from failure and improve their selves better than
before. I think, I have not had character yet as like that. But I try to growth
seed in my heart.
I will tell about me myself while I applied and join on psycho
test in some big enterprise, I felt if I had been already made unfair
condition. In my heart I was saying “God..
You are unfair, somehow just they who
graduated from reputable university that You gave opportunity to continue next
step [job test and interview]. Whereas, they are have not yet to know my
skill exactly. Is it your justice?”. I just realized that I am wrong, I have
blamed God if He [God] was unfair to me. I should have long mind if God have
best plan to me. Remember.. Sure God would give what we want “He says yes and gives you what you want, He
says no and gives you something better or He says wait and gives you the best”.
God.. Forgive me if I ever blame You while what I wanted did
not realize immediately. You just postpone my plan, somehow.. Directly I judge
You if You are unfair within all my life. I ever prayed to You and asked You to
make obvious my plan recently, but I asked to you give me the best. “Innallaha Ma’asshobirin” words that must
always I remembered within this life. Wallahu a’lam bisshowab..
Written by Abdul Aziz Sarwoto
Founder of @ayamrasa_roso
Secretary of Sanggar Islam Al-Hakim
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Selasa, 22 Mei 2012
Poverty problems, has already been being done?
Poverty as we knew is a great problems in our country that
never finished to be discussed, less education becomes first case in the fact.
Although amount of poverty from 17,7 million inhabitants declined until 16
million inhabitants on 2011 (source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/171290 ), these are no effect even appear
question "how can be occurred?". Indonesia as one of country that has
greatest and various natural resources is paradise for foreign investors.
Realize or not, we should not find people in some places become beggar and they
took garbage for fulfill daily needs.
Government should be more responsible about these issues,
they must be eagerly to reduce poverty with their policy and regulation. We
know that government has some programs
as like PNPM (Program Nasional Penanggulangan Kemiskinan) and BLT (Bantuan
Langsung Tunai) but "does it spread and receive evenly?". Either PNPM
or BLT has been received by them, it just for short time. There are some
meanings if the government does not serious to solve poverty exactly.
Uncertainly and slowly movement from
government, it makes many people do not believe the government so that is why
many unprofitable organization appear among them.
Now days many foundations who care on suburbia, because they
did not believe promise what government said. They did not want to hear any
promise. According to their opinion, they will be standing alone without
government regulation. "crisis in believing" it is problem that have
happened now day! The citizen who choose through pass election process none of
work for citizen, now they are work for collecting wealth and have forgotten
who have chosen them became as their condition now.
The constitution section 34 '45 mention that "the poor
and waif are kept by country". Either poor or waif both until the day do
not get attention from government, moreover if the indonesian crude price (ICP)
does not low and the government will remove section 7 the section of APBN then
it will be appearing new poverty. We hope the government take wisely for
keeping suburbia and able to make them welfare. Because our country are wealth
country which have many and various natural resources should not are balanced
with growth of them. Finally, if we do not keep them, who will keep and give
them pleasure although what we gave are not making wealth but it will be making
them be happy.
Abdul Aziz Sarwoto
Founder of Ayam Bakar Rasa_Roso
Secretary of Sanggar Isla Al-Hakim
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Kamis, 08 Maret 2012
Ekonomi Kelahiran
Tahun ini bumi sudah dihuni 7 Miliyar manusia yang semuanya itu telah tersebar ke penjuru bumi. Dari 7 Miliyar penduduk bumi, 5 negara penyumbang populasi yang kian melonjak adalah China (1.332.451.196 jiwa), India (1.153.207.176 jiwa), Amerika Serikat (304.596.396 jiwa, Indonesia (238.315.176 jiwa) dan Brazil (197.036.192) *data 2008. 200 juta-an penduduk di indonesia bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi indonesia saat ini statusnya masih sebagai negara yang sedang berkembang. Banyak dampak negatif dari banyak nya jumlah penduduk saat ini khususnya dalam masalah ekonomi yang sedang tidak menentu alur nya. Jumlah penduduk yang semakin tahun semakin bertambah, pemerintah entah bagaimana caranya harus berpikir mengatasi semua ini. Bagaimana tidak, dampak meledaknya populasi tidak dibarengi meledaknya pula kegiatan positif. Banyak kejahatan2 entah dari individu atau kelompok yang terjadi. Salah satu regulasi yang dibuat pemerintaj dengan mencanangkan Keluarga Berencana (KB). "2 Anak Lebih Baik" itulah slogan yang perlu dilakukan setiap warganya di negeri ini. Pemerintah tidak mau menerima anggapan masyarakat kebanyakan yang katanya "banyak anak banyak rizki". Pada kenyataannya, negeri ini telah dihuni oleh banyak pengangguran yang jumlahnya mencapai 8,12 juta orang *sumber detik.com
Kekhawatiran pemerintah dalam mengatasi jumlah penduduk seharusnya tidak dengan membatasi berapa anak yang harus dilahirkan pada tiap keluarga di negeri ini. Karena anak adalah anugrah yang diberikan tuhan dan karena mempunyai anak adalah hak setiap individu, dengan berdalih pemerintah ingin mengurangi jumlah pengangguran tapi harus mengorbankan warganya sendiri. Kalau hanya sekedar mengurangi jumlah pengangguran atau hanya meningkatkan kualitas individu dalam meningkatkan perekonomian negeri ini. Pemerintah bisa menjalankan program-program seperti penyuluhan dan pembinaan dini masyarakat menengah atau masyarakat pelajar yang nantinya tidak bingung harus melakukan apa setelah lulus nanti. Masih banyak teman-teman pelajar arah tujuan yang akan dijalaninya setelah lulus dari pendidikan formal. Keahlian terbatas, jiwa entrepreneur tidak dimiliki sama sekali. Inilah penyebab utama pengangguran yang sangat nyata. 12 tahun atau bahkan 16 tahun belajar, tapi mereka masih bingung apa yang harus mereka lakukan setelah ini.
Mendapatkan atau melahirkan adalah anugrah yang harus disyukuri, setiap anak pasti sudah punya jalannya tersendiri yang tuhan berikan kepadanya. Rizki sebagai contohnya. Ada sebuah kisah nyata dari daerah sekitar Jakarta yang masih terlalu muda untuk menjadi seorang jutawan disaat anak-anak seumurannya belum bisa mencari jati diri atau bahkan masih ketergantungan dengan orang tuanya hanya untuk berpacaran. Hammzah Izzulhaq adalah seorang yang masih belia karena diawali dengan keinginan nya untuk mandiri, dan sekarang omzet ratusan juta setiap bulannya. Kisah sukses nya bisa dilihat di link ini http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/remaja/12428-kisah-hamzah-izzulhaq-entrepreneur-sukses-berusia-18-tahun.html
Sekarang bagaimana jika kebijakan pemerintah "2 anak lebih baik". Dan kebetulan orang-orang seperti Hammzah-Hammzah lainnya jika gagal terlahir ke dunia yang seharusnya akan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan, tapi dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan untuk melakukan "Keluarga Berencana" (KB). Cukuplah hanya keluarga yang merencanakan yang seberapa banyak anak yang diinginkan di keluarga ini, keluarga lah yang mengerti sejauh mana mereka memahami kondisi yang mereka jalani saat ini. Yang dilakukan pemerintah hanyalah perlu untuk menggerakkan mutu individu apakah nantinya mereka akan menjadi pekerja yang bisa dinilah hasil kerjanya, ataukah menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Ekonomi akan tergerak saat dimana Sumber Daya Manusia yang ada memiliki skill yang siap dijual atau individu yang siap untuk mendirikan perusahaan besar dan bermental tahan banting. Bukan karena harus membatasi jumlah birth rate agar perekonomian bergerak sebagaimana mestinya.
Original text by Abdul Aziz Sarwoto
Kekhawatiran pemerintah dalam mengatasi jumlah penduduk seharusnya tidak dengan membatasi berapa anak yang harus dilahirkan pada tiap keluarga di negeri ini. Karena anak adalah anugrah yang diberikan tuhan dan karena mempunyai anak adalah hak setiap individu, dengan berdalih pemerintah ingin mengurangi jumlah pengangguran tapi harus mengorbankan warganya sendiri. Kalau hanya sekedar mengurangi jumlah pengangguran atau hanya meningkatkan kualitas individu dalam meningkatkan perekonomian negeri ini. Pemerintah bisa menjalankan program-program seperti penyuluhan dan pembinaan dini masyarakat menengah atau masyarakat pelajar yang nantinya tidak bingung harus melakukan apa setelah lulus nanti. Masih banyak teman-teman pelajar arah tujuan yang akan dijalaninya setelah lulus dari pendidikan formal. Keahlian terbatas, jiwa entrepreneur tidak dimiliki sama sekali. Inilah penyebab utama pengangguran yang sangat nyata. 12 tahun atau bahkan 16 tahun belajar, tapi mereka masih bingung apa yang harus mereka lakukan setelah ini.
Mendapatkan atau melahirkan adalah anugrah yang harus disyukuri, setiap anak pasti sudah punya jalannya tersendiri yang tuhan berikan kepadanya. Rizki sebagai contohnya. Ada sebuah kisah nyata dari daerah sekitar Jakarta yang masih terlalu muda untuk menjadi seorang jutawan disaat anak-anak seumurannya belum bisa mencari jati diri atau bahkan masih ketergantungan dengan orang tuanya hanya untuk berpacaran. Hammzah Izzulhaq adalah seorang yang masih belia karena diawali dengan keinginan nya untuk mandiri, dan sekarang omzet ratusan juta setiap bulannya. Kisah sukses nya bisa dilihat di link ini http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/remaja/12428-kisah-hamzah-izzulhaq-entrepreneur-sukses-berusia-18-tahun.html
Sekarang bagaimana jika kebijakan pemerintah "2 anak lebih baik". Dan kebetulan orang-orang seperti Hammzah-Hammzah lainnya jika gagal terlahir ke dunia yang seharusnya akan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan, tapi dengan peraturan pemerintah yang mewajibkan untuk melakukan "Keluarga Berencana" (KB). Cukuplah hanya keluarga yang merencanakan yang seberapa banyak anak yang diinginkan di keluarga ini, keluarga lah yang mengerti sejauh mana mereka memahami kondisi yang mereka jalani saat ini. Yang dilakukan pemerintah hanyalah perlu untuk menggerakkan mutu individu apakah nantinya mereka akan menjadi pekerja yang bisa dinilah hasil kerjanya, ataukah menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Ekonomi akan tergerak saat dimana Sumber Daya Manusia yang ada memiliki skill yang siap dijual atau individu yang siap untuk mendirikan perusahaan besar dan bermental tahan banting. Bukan karena harus membatasi jumlah birth rate agar perekonomian bergerak sebagaimana mestinya.
Original text by Abdul Aziz Sarwoto
Kamis, 19 Januari 2012
Proposal of My Life on 2012
Saya adalah seorang spesial karena saya senang sekali membantu mereka yang kekurangan. Baik moril maupun materiil. Sekarang saya sedang memperbaiki bahasa inggris baik lisan maupun tulisan di Malang tanpa melupakan mereka yang menjadi tanggung jawab saya (anak-anak yatim di yayasan) dengan menyempatkan bertemu mereka di jakarta untuk sekedar memberikan program-program pelatihan dalam membangun kpribadian mereka become seorang entrepreneur. Untuk awalan di tahun ini saya akan menjadi social entrepreneur di lingkungan saya sendiri, kedepan saya akan menjadi the Real Entrepreneur yang memiliki 2 Perusahaan Besar dengan asset Miliaran Rupiah.
Dari apa yang saya sedang jalankan saat ini yaitu dengan meningkatkan berbahasa inggris baik Lisan maupun tulisan sebagai proses untuk mencoba study abroad to Aussie dengan bimbingan Miss Khusna, Miss Ely, Miss Tika, Miss Iha, Miss Ai, Mr Zakki and all of help me to improve it. Sebagai penyemangat, I will attending di Pameran Mancanegara On February, 11th 2012 at Hotel Graha Cakra. Target TOEFL yg saya harapkan minimal bisa mencapai minimal 550.
Untuk mencapai semua itu, saya harus MENINGGALKAN semua kejelekan dalam diri saya seperti melawan Malas dan sedikit Tidur dan memperbanyak membaca buku, mendekatkan diri kepada Allah dan banyak berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk sekedar bertukar pengalaman. Dengan bimbingan Allah dan Orang Tua saya tercinta, saya akan berjuang mendapatkan semua itu. Bismillah.. May Allah Bless Me. Amin
Dari apa yang saya sedang jalankan saat ini yaitu dengan meningkatkan berbahasa inggris baik Lisan maupun tulisan sebagai proses untuk mencoba study abroad to Aussie dengan bimbingan Miss Khusna, Miss Ely, Miss Tika, Miss Iha, Miss Ai, Mr Zakki and all of help me to improve it. Sebagai penyemangat, I will attending di Pameran Mancanegara On February, 11th 2012 at Hotel Graha Cakra. Target TOEFL yg saya harapkan minimal bisa mencapai minimal 550.
Untuk mencapai semua itu, saya harus MENINGGALKAN semua kejelekan dalam diri saya seperti melawan Malas dan sedikit Tidur dan memperbanyak membaca buku, mendekatkan diri kepada Allah dan banyak berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk sekedar bertukar pengalaman. Dengan bimbingan Allah dan Orang Tua saya tercinta, saya akan berjuang mendapatkan semua itu. Bismillah.. May Allah Bless Me. Amin
24 Jam Yang Kurang
We know that on one day have 24Hours, yaitu Waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi. Siang malam kita lalui akibat dari perputaran yang Allah atur selama belum ditetapkan hari kemudian. Seluruh penjuru bumipun merasakan 24jam yang diberikan untuk mengatur kapan dan apa yang harus kita akan lakukan biar dirasa bermanfaat dan tidak sia-sia.
"Time is money" begitu pepatah barat dengan ke khasan sistem kapitalisasinya, beda dengan pepatah arab "waktu adalah pedang yang dapat memanggal kapan pun dia mau". Pepatah-pepatah yang banyak menyarankan untuk bisa mengendalikan waktu dan. Tidak berakhir dengan sia-sia.
Sejauh ini banyak orang yang super sibuk atau bahkan punya banyak waktu luang yang dilewati. Setiap orang punya trik sendiri tergantung bagaimana kepribadian masing-masing. Setiap kepribadian yang dimiliki yang paling penting apakah kita mempunyai waktu khusus untuk sekedar mengucap syukur kepada-Nya. Bagaimana kita bersyukur dan bagaimana kita melakukannya dengan penuh rasa ikhlas (itu yang lebih penting).
sekarang tinggal bagaimana kita yang masih mempunyai banyak waktu luang agar bisa memaksimalisasi dari waktu yang ada. Waktu luang yang ada bisa digunakan untuk orang tua setidaknya, atau lebih baik bisa bermanfaat lebih untuk mereka yang kekurangan. Masing-masing pribadi punya cara untuk melakukan suatu kebaikan. Yang paling penting sebagaimana kita hidup di dunia ini harus bermanfaat dan mampu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan tanpa mengharap sedikitpun imbalan. Fastabikul khairat
"Time is money" begitu pepatah barat dengan ke khasan sistem kapitalisasinya, beda dengan pepatah arab "waktu adalah pedang yang dapat memanggal kapan pun dia mau". Pepatah-pepatah yang banyak menyarankan untuk bisa mengendalikan waktu dan. Tidak berakhir dengan sia-sia.
Sejauh ini banyak orang yang super sibuk atau bahkan punya banyak waktu luang yang dilewati. Setiap orang punya trik sendiri tergantung bagaimana kepribadian masing-masing. Setiap kepribadian yang dimiliki yang paling penting apakah kita mempunyai waktu khusus untuk sekedar mengucap syukur kepada-Nya. Bagaimana kita bersyukur dan bagaimana kita melakukannya dengan penuh rasa ikhlas (itu yang lebih penting).
sekarang tinggal bagaimana kita yang masih mempunyai banyak waktu luang agar bisa memaksimalisasi dari waktu yang ada. Waktu luang yang ada bisa digunakan untuk orang tua setidaknya, atau lebih baik bisa bermanfaat lebih untuk mereka yang kekurangan. Masing-masing pribadi punya cara untuk melakukan suatu kebaikan. Yang paling penting sebagaimana kita hidup di dunia ini harus bermanfaat dan mampu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan tanpa mengharap sedikitpun imbalan. Fastabikul khairat
Langganan:
Komentar (Atom)
