Perlu Diingat
Selasa, 10 Juli 2012
Learning by Doing "true story"
Alkisah dari pengalaman pribadi, disaat kami ber-3 ingin mendirikin sebuah bisnis rekanan yang memang sudah kami gembor-gemborkan di awal tahun ini [2012]. Tidak semudah membalik telapak tangan, kendala demi kendala mulai dari financial, beda pola pikir dan kesibukan pribadi yang memang tidak bisa ditinggalkan. Semua itu memang kita semua mempunyai background akademik yang berbeda, dan salah satu dari kami sedang tahap akhir dalam penyelesaian final project nya di salah satu universitas terkemuka di Depok. Saya-pun sedang english camp di timur jawa. Aktivitas yang berbeda bukan halangan untuk kita semua lantas tidak mensiratkan konsep bisnis yang kita miliki, dan pada akhirnya kita sepakat akan menjalani bisnis yang bergerak di bidang kulinear.
Background Accounting, Architect dan Electro 3hal yang berbeda dari kami semua. Menjadi young entrepreneur adalah impian kami semua, ide yang kami lontarkan berusaha untuk menghasikan sesuatu yang berbeda [something different]. Bisnis ini termasuk gila memang, Tidak satu-pun dari kami yang bisa cooking, lantas apakah konsep yang telah kita rancang hingga larut malam kita tukar dengan konsep baru dimana harus disesuaikan dengan Background masing-masing? Tidak! Besnis Kulinear salah satu bisnis yang sangat menjanjikan selain cendrung untuk bisa rugi karena daya tahan yang tidak lebih dari satu hari. Setiap dari mereka pasti butuh makan, itu yang bisa menyatukan kita walau dari background akademik yang berbeda dan yakin usaha kita akan berkembang.
Sekarang bukan alasan kami lagi sebagai pendiri bisnis kulinear untuk tidak bisa memasak. There's a will there's a way ini yang membuat kita semua termotivasi untuk maju dan mencoba something new dan Alhamdulillah kita temukan jalan untuk belajar cooking. Salah satu dari orang tua membuka pintu lebar-lebar pada kami untuk belajar memasak. Dari basic cooking yang diajari ini akhir nya kami mendapat ilham untuk mengkreasikan lagi sesuatu yang tidak sama dari yang telah diajarkan pada kami. Dari basic yang diajarkan ini, kita mampu mengembangkan 3 varian sekaligus. Untuk bahan percobaan, saya mencoba mengundang rekan saya sebagai tester, alhasil it's work! tanggapan positif dari rekan saya "MAKNYOS".
Sudah beberapa bulan ini kita sudah jarang berkominikasi dari salah satu tim yang kami buat untuk mendirikan bisnis ini. Kita memang tidak ingin mengganggu konsentrasi dari teman kita yang memang sedang disibukkan dengan final project nya. Beberapa kali kami mencoba berkomunikasi, respon atau tanggapan dari salah satu teman kita kurang memuaskan yang padahal kita ingin segera action. Beberapa kali rencana kita untuk segera menjalani bisnis ini sempat beberapa kali diundur, hingga akhirnya kita berdua tanpa teman kami yang satu lagi nekat untuk menjalaninya within on june.
Berbagai promosi sudah kita offered ke orang terdekat kita, alhasil dari sekian banyak promo kita mendapatkan pesanan perdana sekitar 80 box "it's so amazing". Berbekal bismillah kita coba untuk menghadapi pesanan yang menurut kami ini sangat banyak untuk pebisnis pemula seperti kami. Alhamdulillah kami berdua dibantu dengan keluarga saya sendiri bisa menghandle pesanan yang segini banyaknya walaupun ada sedikit respon yang lama dari kami, alhamdulillah mereka [customer] dapat memakluminya.
Hingga akhirnya di penghujung akhir the last of june kita memaksakan untuk menjalaninya berdua tanpa teman kami. Dari sekian banyak pengalaman, kita mampu belajar dari apa yang telah kita jalani. Hingga akhirnya tim kami pun tidak bergerak sesuai yang kami pikirkan. Berharap dari aral yang melintang ini, kita bisa konsisten dan memberikan yang terbaik untuk orang lain :).
Ditulis oleh: Abdul Aziz Sarwoto
Founder of @ayamrasa_roso
Secretary of Sanggar Al-Hakim
Caretaker of Yayasan Islam Muria
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar