Belum lama ini, negeri ini dihebohkan dengan pembakaran simbol ketauhidan yang dilakukan oknum Banser. Sontak sejagad maya banyak pro dan kontra. Yang pro berdalih, pembakaran simbol ketauhidan tersebut adalah milik organisasi yang mengganggu kedaulatan Kesatuan Negara Republik Indonesia. Yang kontra punya dalil, pembakaran simbol ketauhidan adalah bentuk penistaan terhadap simbol kebanggaan umat islam seantero dunia.
Kalimat tauhid sendiri adalah bentuk sumpah yang menjelaskan seorang muslim bersaksi, bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad sebagai rosul terakhir utusan Allah di bumi Nya. Tingkatan pertama dalam Islam sebelum naik ke level Iman dan Ihsan.
Sontak, mereka yang kontra marah hingga keluar "kutukan" agar Allah mengazab pelaku pembakaran kalimat tauhid ini. Berbondong-bondong dari mereka mengupdate status dan mengganti profil dengan kalimat tauhid. Dari sini nampak kefitrahan seorang muslim yang mendadak Islami kalau gw bilang. Sama seperti ketika seorang atheis ketika dihadapi bahaya mereka mendadak berucap "oh my god".
Bukan hal yang luar biasa untuk menunjukan identitas sebatas "ketaatan" di sosial media. Menurut gw, Allah gak mau lu yang ngaku islam gak cuma sebatas bela simbol yang dibakar itu. Kita masih lihat beberapa dari yang kontra pembakaran simbol tauhid itu masih menunjukan suul adab dengan menaruh simbol ketauhidan di tempat yang tidak selayaknya. Yang Allah mau dan harus lu tunjukin itu, tauhid itu lu tanamkan dalam hati lalu lu ikrarkan dan lu amalkan di keseharian lu.
Jadilah muslim yang bukan ditakuti oleh saudara muslimnya sendiri, kalo lu gak mau musuh yang benar-benar lu harus musuhi tertawa dan bertepuk tangan melihat ketidakharmonisan yang muncul dalam "tubuh" ini. Isi diri ini dengan ketaatan, bukan dengan perdebatan yang menumbuhkan fanatisme golongan. Menganggap golongan sendiri paling benar dan menganggap golongan muslim yang lain salah.
Sudah saatnya kita kembali kepada tuntunan yang menjadi tuntunan di dunia ini. Kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah yang menjadi benteng atas fitnah yang terjadi di dunia ini. Meminta kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhirat. Aamiin