Perlu Diingat

Mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda dipersilahkan ASAL menyebut URL sumber tulisan dan/atau permanent link artikel yg dikutip.
Komentar, saran atau pertanyaan dapat diajukan melalui bukutamu, kotak komentar blog atau email ke: abdulasar@gmail.com.

Senin, 26 Januari 2015

Aufklarung

Berasal dari bahasa jerman, aufklarung mempunyai makna sederhana (pencerahan) tapi sangat luar biasa sekali makna yang tersirat.

Filsafat abad ke-18 di Jerman disebut Zaman Aufklarung atau zaman pencerahan yang di  Inggris dikenal  dengan Enlightenment,yaitu suatu zaman baru dimana seorang ahli pikir yang cerdas mencoba menyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dengan empirisme. Zaman ini muncul dimana manusia lahir dalam keadaan belum dewasa dalam pemikiran filsafatnya. Namun setelah Immanuel Kant mengadakan penyelidikan dan kritik terhadap peran pengetahuan akal barula manusia terasa bebas dari otoritas yang datang dari luar manusia demi kemajuan peradaban manusia. Pemberian nama ini juga dikarenakan  pada zaman itu manusia mencari cahaya baru dalam rasionya. Immanuel Kant mendefenisikan zaman itu dengan mengatakan, “Dengan Aufklarung dimaksudkan bahwa manusia keluar dari keadaan tidak balig yang dengannya ia sendiri bersalah. (Dikutip dari jaringskripsi.wordpress.com)

Berkaca pada kehidupan, aufkalrung harus menjadi trigger untuk menjadi manusia berakhlak seperti Rasulullah  yang menjadi tauladan umat manusia. Dalam bukunya yang berjudul "The 100 Ranking of the Most Influental Person in History" Michael H. Hart meletakkan Rasulullah pada peringkat pertama. Memang kita tidak 100% bisa menyamai Rasulullah, tapi kita bisa meniru gaya Rasulullah dalam menebarkan pengaruh yang ada dirinya ke semua makhluk. 


Sering kali dalam keseharian kita dihadapi dengan banyak persoalan ke sesama manusia di lingkungan kita berada. Saat dimana kita bersosialisasi inilah rentan terjadi pembenaran atas tindakan-tindakan yang mereka anggap salah tapi kita anggap itu benar. Egois memang, tapi itulah manusia.

Melihat kejadian  yang sudah jelas salah dan sudah kita alami dalam kehidupan sosial, maka perlu pencerahan (aufklarung) agar nilai-nilai yang Rasulullah ajarkan tidak tercederai. Positive persistence yang bisa kita terapkan sangat penting disini untuk menyikapi semua ini. Tanggapi positif, cari solusi untuk menghargai mereka yang ada disekitar kita. Agak sulit memang, ust Abdullah Gymnastiar menjelaskan untuk menuju perubahan perlu 3M (Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang). 

Mengutip sebuah hadits karena sejatinya makna dari aufklarung ini sangatlah penting dalam situasi sosial dari kondisi masyarakat yang heterogen untuk menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. "Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari). Semoga perubahan besar terjadi dalam diri kita. Amin



Ditulis oleh Abdul Aziz Sarwoto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar